AKULAH YANG MENANTIKAN PAGI..

yang akan bersinar menerangi hari dengan bantuan matahari, dan aku akan kembali menuju keseharian ku memetik buah anggur yang tumbuh subur di pinggiran sebuah telaga, disana tampak kokoh berdiri sebatang akasia yang menggugurkan daun nya keatas sebuah sungai yang meliuk-liuk seperti naga, dan jika daun itu telah sampai di ujung dari sungai yang bermuara di laut lepas, ah alangkah indahnya dan aku tak pernah memiliki itu..bebas lepas seperti camar yang hinggap di tepi sebuah tebing.

aku iri kepadamu daun-daun kering, angin mampu meniup mu sampai kepuncak gunung yang hijau tempat matahari bersemayam di sebuah sore, jika aku bisa menggantikan mu walau hanya semenit saja, alangkah bahagia nya aku,bisa menyaksikan matahari saga yang membulat dan tenggelam di kejauhan sana.

kabulkanlah keinginan ku wahai daun kering, akan kuberikan seluruh kebahagiaan yang pernah aku rasakan hanya untuk merasakan satu menit saja kebebasan..

hari telah larut kawan ku, dan aku sama sekali tak merasakan waktu yang berjalan begitu cepat, atau karena aku terhanyut akan cerita mu wahai daun kering, kamu yang telah berkelana seharian ini, menyingkapkan misteri bumi yang selama ini tenggelam bersama kesombongan manusia yang berdiri di atas kekuasaan nya terhadap nasib.

ahh..seandainya aku dapat berteriak..maka aku akan meneriakan kata ini kepada mu wahai dunia..LEPASKAN AKU-LEPASKAN AKU aku ingin kebebasan ku,kebebasan melihat sampai ke dalam pelosok dari bumi..