BETRAYER

Sempat menjajal major label di beberapa album, akhirnya grup band pengusung thrash metal, Betrayer memutuskan untuk kembali ke pangkuan label indie. Hal tersebut dilakukan, karena menurut Nicky Tumewu, manajer Betrayer, adalah adanya faktor musikalitas yang terlalu dikekang.

“Kemarin kan sempet pindah ke major label. Tapi karena itu musiknya jadi nge-pop, kami memutuskan untuk kembali ke label indie. Makanya, sekarang musiknya kayak musik dulu lagi,” ujar Nicky saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Album ketujuh pun tengah dipersiapkan oleh band pemilik lagu Bendera Kuning’ yang telah vakum beberapa ini. Dan pergantian personil ternyata telah dilakukan oleh band yang telah merilis 5 album di antaranya, PASUKAN BERANI MATI (1998), HUKUMAN MATI (2000), BETRAYER (2002), 04 (2004), THE BEST OF BETRAYER (2006), REVOLUSI (2008) serta 2 album kompilasi yaitu METALIK KLINIK 1 (1998) dan Rotor Menang (2003).

“Kami mau mempersiapkan launching album ke tujuh. Sekarang lagi proses mastering. Kemarin vakum itu sebenarnya karena masing-masing personel sibuk, dan ada yang keluar. Makanya di album terbaru nanti mau dikenalin sama personel baru. Yang keluar itu Gary (gitar) dan Endro (drum). Sekarang personelnya Iik (vokal), Nico (drum), Baken (gitar) dan Dodhy (bas),” papar Nicky.

Menilik pergantian personil, bagi senior di band seperti Iik dan Dodhy tak merasa keberatan apalagi kesulitan. Karena pergantian personil juga merupakan hal yang positif, tentunya akan memberikan warna baru dalam musik band yang terbentuk pada tahun 1991 kali ini.

“Anaknya asyik-asyik sih, jadi ya gampang-gampang aja. Ya kami udah cukup mapan, kami udah punya segalanya sendiri untuk bertarung dengan indie label lagi,” pungkas Nicky